Kamis, 29 Maret 2012

matemacinta'2'


Mungkin di satu sisi kamu tak mengerti,
kenapa segi empat harus terbelah dua menjadi sebuah segi tiga
Mungkin di lain sisi kamu tak peduli
kenapa aku sangat rindu kita bersama
 menjadi se-iya juga sekata
Mungkin di satu sisi kamu tak paham
 kenapa di dunia ini harus ada sinus, kosinus, dan juga tangen
Mungkin di lain sisi hatimu tak pendam
rasa yang di hatiku selalu ada
dan yang semua kenal bernama “kangen”
Tapi misteri sebuah segi tiga
bisa dipecahkan dengan rumus  tinggi kali lebar bagi dua
Jadi misteri antara kita berdua
 bisa diselesaikan dengan rumus
 kangen tambah sayang adalah cinta

Rabu, 28 Maret 2012

matemacinta

Kamu selalu bertanya, 
apa itu Pi, 
dan kenapa ia setara dengan tiga koma empat belas dan sekian, sekian
Kamu selalu bingung, 
kenapa bilangan itu tergabung dalam rumus untuk menghitung luas sebuah lingkaran ?
jawabannya sederhana, 
yaitu pi adalah sebuah konstanta yang maksud dan maknanya adalah sebuah ketetapan
Namun Pi adalah sebuah jenis ketetapan yang irasional
Aku selalu bertanya siapakah diriku sebenarnya di dalam hari-harimu, ? 
Adakah kamu pedulikan?
Namun dirimu jelas adanya, 
Bagai pi di dalam hatiku, 
Walau kamu selalu mencela, 
Walau kamu selalu meremehkan
Tapi di hatiku kamu tinggal tetap, 
walau cinta ini tak masuk di akal

taken from : "PAA" :)

kita, adalah cinta

Siapakah kita? Siapakah aku?
Kenapa kita dilahirkan ke dunia ini? Kenapa kita besar dan sekolah?
Buat apakah semua ini? Dan, bagaimanakah akhirnya?
Semua pertanyaan ini mungkin tidak akan mendapat jawabannya hingga kita menutup mata.
Namun selama aku hidup, inilah yang aku percaya …
Bahwa aku ada karena cinta.
Bahwa aku hidup untuk cinta.
Dan suatu hari aku akan berpulang kembali ke cinta.
Cinta bukan berarti selalu tertawa.
Bukan berarti selalu bersedih.
CInta bukan berarti selalu mengetahui.
Tapi, cinta berarti selalu memahami.
Siapakah kita? Siapakah aku?
Pada akhirnya, aku hanya bisa menjawab.
Bahwa jati diri kita hanyalah satu, yaitu cinta.
Karena, kalau bukan karena cinta,
keberadaan kita di dunia pastilah kehilangan makna.

taken from : http://kareninanina.tumblr.com/

Senin, 16 Mei 2011

DAFTAR JUARA Liga Primer Inggris

Liga Sepakbola (1888–1892)


Tahun Juara Runner-Up Topskor Gol
1888–89 Preston North End Aston Villa John Goodall (Preston North End) 21
1889–90 Preston North End Everton Jimmy Ross (Preston North End) 24
1890–91 Everton Preston North End Jack Southworth (Blackburn Rovers) 26
1891–92 Sunderland Preston North End John Campbell (Sunderland) 32


Divisi Utama (1892–1992)

Tahun Juara Runner-Up Topskor Gol
1892–93 Sunderland Preston North End John Campbell (Sunderland) 31
1893–94 Aston Villa Sunderland Jack Southworth (Everton) 27
1894–95 Sunderland Everton John Campbell (Sunderland) 22
1895–96 Aston Villa Derby County Johnny Campbell (Aston Villa)
Steve Bloomer (Derby County)
20
1896–97 Aston Villa Sheffield United Steve Bloomer (Derby County) 22
1897–98 Sheffield United Sunderland Fred Wheldon (Aston Villa) 21
1898–99 Aston Villa Liverpool Steve Bloomer (Derby County) 23
1899–1900 Aston Villa Sheffield United Billy Garraty (Aston Villa) 27
1900–01 Liverpool Sunderland Steve Bloomer (Derby County) 23
1901–02 Sunderland Everton Jimmy Settle (Everton) 18
1902–03 The Wednesday Aston Villa Sam Raybould (Liverpool) 31
1903–04 The Wednesday Manchester City Steve Bloomer (Derby County) 20
1904–05 Newcastle United Everton Arthur Brown (Sheffield United) 22
1905–06 Liverpool Preston North End Albert Shepherd (Bolton Wanderers) 26
1906–07 Newcastle United Bristol City Alex Young (Everton) 30
1907–08 Manchester United Aston Villa Enoch West (Nottingham Forest) 27
1908–09 Newcastle United Everton Bert Freeman (Everton) 38
1909–10 Aston Villa Liverpool Jack Parkinson (Liverpool) 30
1910–11 Manchester United Aston Villa Albert Shepherd (Newcastle United) 25
1911–12 Blackburn Rovers Everton Harry Hampton (Aston Villa)
George Holley (Sunderland)
David McLean (The Wednesday)
25
1912–13 Sunderland Aston Villa David McLean (The Wednesday) 30
1913–14 Blackburn Rovers Aston Villa George Elliot (Middlesbrough) 32
1914–15 Everton Oldham Athletic Bobby Parker (Everton) 35
1915/16–1918/19 Perang Dunia I
1919–20 West Bromwich Albion Burnley Fred Morris (West Bromwich Albion) 37
1920–21 Burnley Manchester City Joe Smith (Bolton Wanderers) 38
1921–22 Liverpool Tottenham Hotspur Andy Wilson (Middlesbrough) 31
1922–23 Liverpool Sunderland Charlie Buchan (Sunderland) 30
1923–24 Huddersfield Town Cardiff City Wilf Chadwick (Everton) 28
1924–25 Huddersfield Town West Bromwich Albion Frank Roberts (Manchester City) 31
1925–26 Huddersfield Town Arsenal Ted Harper (Blackburn Rovers) 43
1926–27 Newcastle United Huddersfield Town Jimmy Trotter (The Wednesday) 37
1927–28 Everton Huddersfield Town Dixie Dean (Everton) 60
1928–29 The Wednesday Leicester City Dave Halliday (Sunderland) 43
1929–30 Sheffield Wednesday Derby County Vic Watson (West Ham United) 41
1930–31 Arsenal Aston Villa Tom Waring (Aston Villa) 49
1931–32 Everton Arsenal Dixie Dean (Everton) 44
1932–33 Arsenal Aston Villa Jack Bowers (Derby County) 35
1933–34 Arsenal Huddersfield Town Jack Bowers (Derby County) 34
1934–35 Arsenal Sunderland Ted Drake (Arsenal) 42
1935–36 Sunderland Derby County W. G. Richardson (West Bromwich Albion) 39
1936–37 Manchester City Charlton Athletic Freddie Steele (Stoke City) 33
1937–38 Arsenal Wolverhampton Wanderers Tommy Lawton (Everton) 28
1938–39 Everton Wolverhampton Wanderers Tommy Lawton (Everton) 35
1939/40–1945/46 Perang Dunia II
1946–47 Liverpool Manchester United Dennis Westcott (Wolverhampton Wanderers) 37
1947–48 Arsenal Manchester United Ronnie Rooke (Arsenal) 33
1948–49 Portsmouth Manchester United Willie Moir (Bolton Wanderers) 25
1949–50 Portsmouth Wolverhampton Wanderers Dickie Davis (Sunderland) 25
1950–51 Tottenham Hotspur Manchester United Stan Mortensen (Blackpool) 30
1951–52 Manchester United Tottenham Hotspur George Robledo (Newcastle United) 33
1952–53 Arsenal Preston North End Charlie Wayman (Preston North End) 24
1953–54 Wolverhampton Wanderers West Bromwich Albion Jimmy Glazzard (Huddersfield Town) 29
1954–55 Chelsea Wolverhampton Wanderers Ronnie Allen (West Bromwich Albion) 27
1955–56 Manchester United Blackpool Nat Lofthouse (Bolton Wanderers) 33
1956–57 Manchester United Tottenham Hotspur John Charles (Leeds United) 38
1957–58 Wolverhampton Wanderers Preston North End Bobby Smith (Tottenham Hotspur) 36
1958–59 Wolverhampton Wanderers Manchester United Jimmy Greaves (Chelsea) 33
1959–60 Burnley Wolverhampton Wanderers Dennis Viollet (Manchester United) 32
1960–61 Tottenham Hotspur Sheffield Wednesday Jimmy Greaves (Chelsea) 41
1961–62 Ipswich Town Burnley Ray Crawford (Ipswich Town)
Derek Kevan (West Bromwich Albion)
33
1962–63 Everton Tottenham Hotspur Jimmy Greaves (Tottenham Hotspur) 37
1963–64 Liverpool Manchester United Jimmy Greaves (Tottenham Hotspur) 35
1964–65 Manchester United Leeds United Andy McEvoy (Blackburn Rovers)
Jimmy Greaves (Tottenham Hotspur)
29
1965–66 Liverpool Leeds United Willie Irvine (Burnley) 29
1966–67 Manchester United Nottingham Forest Ron Davies (Southampton) 37
1967–68 Manchester City Manchester United George Best (Manchester United)
Ron Davies (Southampton)
28
1968–69 Leeds United Liverpool Jimmy Greaves (Tottenham Hotspur) 27
1969–70 Everton Leeds United Jeff Astle (West Bromwich Albion) 25
1970–71 Arsenal Leeds United Tony Brown (West Bromwich Albion) 28
1971–72 Derby County Leeds United Francis Lee (Manchester City) 33
1972–73 Liverpool Arsenal Pop Robson (West Ham United) 28
1973–74 Leeds United Liverpool Mick Channon (Southampton) 21
1974–75 Derby County Liverpool Malcolm Macdonald (Newcastle United) 21
1975–76 Liverpool Queens Park Rangers Ted MacDougall (Norwich City) 23
1976–77 Liverpool Manchester City Malcolm Macdonald (Arsenal)
Andy Gray (Aston Villa)
25
1977–78 Nottingham Forest Liverpool Bob Latchford (Everton) 30
1978–79 Liverpool Nottingham Forest Frank Worthington (Bolton Wanderers) 24
1979–80 Liverpool Manchester United Phil Boyer (Southampton) 23
1980–81 Aston Villa Ipswich Town Peter Withe (Aston Villa)
Steve Archibald (Tottenham Hotspur)
20
1981–82 Liverpool Ipswich Town Kevin Keegan (Southampton) 26
1982–83 Liverpool Watford Luther Blissett (Watford) 27
1983–84 Liverpool Southampton Ian Rush (Liverpool) 32
1984–85 Everton Liverpool Kerry Dixon (Chelsea)
Gary Lineker (Leicester City)
24
1985–86 Liverpool Everton Gary Lineker (Everton) 30
1986–87 Everton Liverpool Clive Allen (Tottenham Hotspur) 33
1987–88 Liverpool Manchester United John Aldridge (Liverpool) 26
1988–89 Arsenal Liverpool Alan Smith (Arsenal) 23
1989–90 Liverpool Aston Villa Gary Lineker (Tottenham Hotspur) 24
1990–91 Arsenal Liverpool Alan Smith (Arsenal) 22
1991–92 Leeds United Manchester United Ian Wright (Crystal Palace/Arsenal) 29


Liga Primer (1992–sekarang)

Tahun Juara Runner-Up Topskor Gol
1992–93 Manchester United Aston Villa Teddy Sheringham (Nottingham Forest/Tottenham Hotspur) 22
1993–94 Manchester United Blackburn Rovers Andrew Cole (Newcastle United) 34
1994–95 Blackburn Rovers Manchester United Alan Shearer (Blackburn Rovers) 34
1995–96 Manchester United Newcastle United Alan Shearer (Blackburn Rovers) 31
1996–97 Manchester United Newcastle United Alan Shearer (Newcastle United) 25
1997–98 Arsenal Manchester United Chris Sutton (Blackburn Rovers)
Dion Dublin (Coventry City)
Michael Owen (Liverpool)
18
1998–99 Manchester United Arsenal Jimmy Floyd Hasselbaink (Leeds United)
Michael Owen (Liverpool)
Dwight Yorke (Manchester United)
18
1999–00 Manchester United Arsenal Kevin Phillips (Sunderland) 30
2000–01 Manchester United Arsenal Jimmy Floyd Hasselbaink (Chelsea) 23
2001–02 Arsenal Liverpool Thierry Henry (Arsenal) 24
2002–03 Manchester United Arsenal Ruud van Nistelrooy (Manchester United) 25
2003–04 Arsenal Chelsea Thierry Henry (Arsenal) 30
2004–05 Chelsea Arsenal Thierry Henry (Arsenal) 25
2005–06 Chelsea Manchester United Thierry Henry (Arsenal) 27
2006–07 Manchester United Chelsea Didier Drogba (Chelsea) 20
2007–08 Manchester United Chelsea Cristiano Ronaldo (Manchester United) 31
2008–09 Manchester United Liverpool Nicolas Anelka (Chelsea) 19
2009–10 Chelsea Manchester United Didier Drogba (Chelsea) 29
2010–11 Manchester United (belum diketahui) (belum diketahui)  

FOKUS: Pemain Kunci & Statistik Di Balik Kesuksesan Manchester United Meraih Gelar Ke-19

Skuad asuhan Sir Alex Ferguson mampu mengatasi perlawanan Arsenal dan Chelsea musim ini untuk merajai Inggris dengan rekor 19 kali juara.

Menyusul kemenangan atas Chelsea di Old Trafford pekan lalu, Manchester United sukses memastikan gelar juara Liga Primer Inggris meski hanya bermain imbang 1-1 melawan tuan rumah Blackburn Rovers di Ewood Park. Artinya, pasukan Sir Alex Ferguson akhirnya sukses merayakan gelar juara mereka untuk kali ke-19.
Musim ini berlangsung penuh lika-liku karena Chelsea dan Arsenal terus berupaya menyalip posisi United di puncak klasemen, tapi pada akhirnya mereka semua tak mampu menghadang laju sang juara. Setelah melalui berbagai hambatan, Ferguson pun mampu mengangkat lagi gelar yang mereka tunggu-tunggu.
PEMAIN KUNCI
Chicharito
Usia: 22 |Posisi: Striker
Van der Sar
Usia: 40 |Posisi: Kiper
Vidic
Usia: 29 |Posisi: Bek
Giggs
Usia: 37 |Posisi: Gelandang
Nani
Usia: 24 |Posisi:Playmaker














Kegiatan transfer United di awal musim 2010/11 ditandai dengan kesuksesan dan juga kegagalan. Dimulai dari £8 juta yang dihabiskan untuk Bebe, seorang pemain tak terkenal dari Portugal, yang kemudian disebut-sebut sebagai perekrutan terburuk sepanjang kiprah Ferguson.
Sebaliknya, perekrutan Javier Hernandez dari Chivas Guadalajara usai Piala Dunia malah menjadi langkah terbaik Ferguson. Penyerang Meksiko ini mulai dipuja pendukung klub dan tampil mengesankan sehingga topskor Dimitar Berbatov pun tertutup bayang-bayangnya. Barangkali Chicharito merupakan kepingan puzzle terakhir yang dibutuhkan Ferguson untuk memulai era baru di Old Trafford.

Lima Laga Terbaik
Pertandingan
Hasil
13/12 vs Arsenal (k) M 1-0
25/1 vs Blackpool (t) M 3-2
12/2 vs Man City (k)
M 2-1
2/4 vs West Ham (t)
M 4-2
8/5 vs Chelsea (k) M 2-1
 Musim United dimulai dengan kemenangan meyakinkan 3-0 atas Newcastle United. Penampilan tersebut menjadi tanda musim yang gemilang di Old Trafford. Sepanjang musim ini, United hanya sekali gagal menang, yakni ketika ditahan imbang West Bromwich Albion.
Selanjutnya kemenangan 3-2 atas Liverpool berkat hat-trick Berbatov ditambah kemenangan atas Arsenal di Old Trafford membuat United terus memimpin perburuan gelar menjelang pergantian tahun.
United pun menempati tampuk klasemen diikuti rival sekota, Manchester City, tanpa terkalahkan pada Tahun Baru meski sempat tampil dalam grafik menurun.
City kemudian mengendur dan United mendapat tantangan dari Arsenal serta Chelsea, yang mengalahkan United di kandang masing-masing pada paruh kedua musim. Muncul keraguan atas kualitas skuad yang dimiliki Ferguson, tapi perlahan mereka memberikan bukti mampu bangkit.

REKOR LIGA PRIMER
Pertandingan Laga Menang Kalah Seri Gol Memasukkan Gol Kemasukan Poin
Kandang 18 17 0 1 45 10 52
Tandang 18 5 4 10 29 25 25

United kini tidak lagi hanya bergantung pada satu pemain seperti ketika diperkuat Cristiano Ronaldo beberapa musim lalu. Kolektivitas tim merupakan kunci penting kesuksesan tim musim ini.

Nemanja Vidic tampil baik sebagai komandan lini belakang tim, dan begitu pula dengan Chicharito, calon bintang di Theatre of Dreams. Tetapi kebintangan individu itu hanya menjadi penghias dari kesuksesan United menciptakan sejarah menyingkirkan kejayaan Liverpool, misi utama Ferguson hampir dua dasawarsa silam.


Old Trafford
Rata-rata
75,106
Tertinggi 75,486
Terendah 73,401
Total       
1,351,677
Laga 18
Kapasitas 76,212
Jika ada pertandingan yang dianggap dapat melambangkan superioritas United dari para pesaing mereka, barangkali kemenangan atas Chelsea pekan lalu menjadi contoh yang sangat layak.

Hanya butuh 36 detik bagi United untuk memimpin berkat kemampuan Chicharito di depan gawang.

Chelsea yang biasanya kerap menyulitkan United, malah tampil melempem dan memudahkan upaya tuan rumah merebut gelar juara liga. Padahal di pertandingan penentuan seperti itulah kualitas tim juara benar-benar teruji.

United kini butuh rencana setelah Edwin van der Sar dan Ryan Giggs yang memasuki masa pensiun. Keduanya menyumbangkan segenap pengalaman yang diperlukan rekan-rekan setim sehingga para pengganti mereka harus mampu melanjutkan tugas tersebut di masa datang.
Topskor
Pemain
Gol Assist
Dimitar Berbatov 21
3
Javier Hernandez 13 2
Wayne Rooney
11
11
Nani 9 18
Nemanja Vidic 5 1

Selain itu, final Liga Champions melawan Barcelona juga menanti akhir bulan ini. Apapun itu, mengingat banyaknya pertanyaan yang muncul Agustus lalu, kesuksesan domestik merupakan agenda utama Ferguson musim ini.

Musim depan, tantangan kembali datang terutama dari Liverpool dan Manchester City. Dan, sepertinya Ferguson belum mau berhenti menambah koleksi gelarnya yang sudah mencapai 12 trofi.

Masih harus dinantikan apakah skuad ini menjadi salah satu skuad Ferguson yang paling dikenang sepanjang masa. Tetapi saat ini hingar-bingar perayaan telah membungkam semua kritik atas United dan pantas saja kiranya jika Red Devils dijagokan merebut gelar untuk kali ke-20.


Manchester United Kampiun Liga Primer Inggris 2010/2011

Hasil seri 1-1 kontra Blackburn Rovers sudah cukup untuk mengukuhkan Setan Merah sebagai jawara Liga Primer Inggris musim ini.

Manchester United memastikan diri menyabet gelar juara Liga Primer Inggris musim 2010/2011 setelah bermain imbang 1-1 dengan Blackburn Rovers. Tambahan satu angka ini membuat perolehan poin Red Devils tidak dapat lagi dikejar rival terdekatnya, Chelsea, di posisi kedua klasemen. United kini mengantungi poin 77, sedangkan Chelsea menghimpun 70 angka dengan dua partai yang belum dimainkan.

Titel juara ini merupakan yang ke-19 bagi United sekaligus mengangkangi catatan gelar Liga Primer terbanyak milik Liverpool, yaitu 18.

Dalam pertandingan yang dihelat di markas Blackburn, Ewood Park, Sabtu [14/5] malam WIB, tim tamu tampak gagah mendominasi jalannya pertandingan.

Pada menit keempat, Nani sudah mengancam gawang tim tuan rumah. Tandukan winger asal Portugal itu usai mendapat umpan dari Wayne Rooney nyaris membuka skor laga ini. Sayangnya hanya menabrak mistar gawang.

Blackburn pun tersentak. Mereka menjawab gebrakan awal itu lewat tendangan deras Christope Samba. Tidak gol, karena tembakannya melayang bebas.

United yang berambisi menuntaskan laga untuk menasbihkan diri sebagai jawara malah tertinggal pada menit ke-20. Tomas Kuszczak tak dapat mencegah aksi Brett Emerton yang dengan mudah menjebol gawangnya setelah mendapat umpan magnet.

Aksi serangan saling balas terjadi di sepuluh menit terakhir laga paruh pertama. Javier 'Chicharito' Hernandez, pada menit 35, melakukan tendangan yang masih dapat ditanggulangi kiper Paul Robinson.

Sementara tiga menit berselang Olsson yang tak terjaga melepaskan umpan kepada Michel Salgado yang kemudian melesatkan tendangan melenceng.

Di pengujung 45 pertama aksi Rooney dan Nani belum juga mampu mengubah skor keunggulan tuan rumah. Babak pertama pun rampung dengan kedudukan 1-0 untuk Blackburn.

Di babak kedua tepatnya semenit sebelum sejam pertandingan, Nani memperoleh peluang. Melepaskan tembakan ke arah gawang lawan, malah mengenai tembok pertahanan tuan rumah sehingga menghasilkan tendangan penjuru.

Publik tuan rumah nyaris kembali larut dalam euforia andai pada menit 65 tandukan Olsson menjurus tepat sasaran.

Gol yang dinanti kubu Setan Merah pun akhirnya terkabul. Pada menit ke-71, Chicharito dilanggar di area terlarang oleh Robinson yang lantas berbuah tendangan 12 pas. Rooney yang menjadi eksekutor sukses menyamakan skor menjadi 1-1 sekaligus membangkitkan semangat pasukan Sir Alex Ferguson.

Sampai pertandingan tuntas, tak ada lagi gol tambahan dan United akhirnya keluar sebagai kampiun Liga Primer.

Kamis, 28 April 2011

Dua Gol Lionel Messi Kandaskan Real Madrid

Dua gol Lionel Messi memenangkan Barcelona atas Real Madrid pada laga semi-final Liga Champions yang berlangsung panas.

Diwarnai dengan dua kartu merah dan pengusiran Jose Mourinho ke tribun penonton, Real Madrid gagal menghadang Barcelona dan kalah 2-0 pada laga pertama semi-final Liga Champions di Santiago Bernabeu, Rabu (27/4) malam.

Dua gol kemenangan Barcelona diborong oleh Lionel Messi pada 15 menit terakhir pertandingan. Sebelum ditutup kegemilangan Messi, pertandingan seolah lebih sering diwarnai sandiwara sampai adu debat antarpemain. Para pemain kedua tim sepertinya terlalu besar menanggung tekanan sehingga tidak memberikan tontonan yang menghibur bagi penonton netral.

Pertemuan di laga pertama semi-final Liga Champions ini merupakan yang ketiga dalam 12 hari terakhir. Kedua tim menghadapi pertandingan dengan sikap yang sama seperti dua laga terdahulu. Madrid lebih banyak menunggu di belakang sambil menanti celah ketika Barcelona naik menyerang. Barcelona pun bermain hati-hati mengingat mereka dikalahkan Madrid pada pertemuan terakhir di final Copa del Rey.

Ricardo Carvalho cedera, sehingga posisinya diberikan kepada Raul Albiol. Di tengah, Lassana Diarra tampil menggantikan Sami Khedira yang juga cedera. Mourinho menampilkan trio lini depan tanpa diisi penyerang murni, yaitu Cristiano Ronaldo, Angel di Maria, dan Mesut Oezil.

Sementara, Pep Guardiola menempatkan Carles Puyol sebagai bek kiri dan Javier Mascherano di jantung pertahanan. Peran Andres Iniesta yang cedera digantikan oleh Seydou Keita. Di depan, David Villa mengawali pertandingan sebagai sayap kanan dan posisi penyerang tengah ditempati Lionel Messi.

Sulit bagi Barcelona membongkar pertahanan Madrid yang terkoodinir rapih. Peluang pertama diperoleh melalui percobaan tendangan voli jarak jauh Xavi Hernandez, tapi bola mengarah tepat ke pelukan Iker Casillas.

Setiap kali pemain Barcelona mencoba menggiring bola, dengan cepat dua hingga tiga pemain Madrid berkelompok menyergapnya. Taktik ini mampu membendung permainan Barcelona sehingga praktis tidak ada ancaman berarti di dalam kotak penalti Casillas sepanjang babak pertama.

Madrid mengancam melalui bola-bola mati dari rusuk kanan maupun kiri pertahanan Barcelona. Namun, upaya sundulan Ronaldo tidak terlalu berarti. Ronaldo sempat melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti di akhir babak. Bola tepisan Victor Valdes langsung disambar Oezil, tetapi membentur kaki sang kiper. Kalaupun gol, peluang itu tidak berarti karena Oezil sudah berada dalam posisi off-side.

Saat turun minum kondisi tanpa gol. Situasi panas yang berlangsung sejak menit pertama berlanjut hingga di depan terowongan menuju kamar ganti. Entah atas dasar alasan apa, Jose Pinto berargumen dengan kubu lawan. Wasit Wolfgang Stark pun memberikan kartu merah kepada kiper cadangan Barcelona itu.

Suhu panas tetap terjaga di babak kedua. Pada menit ke-53, Sergio Ramos mendapat kartu kuning karena menghalangi aksi Messi sehingga harus absen pada laga kedua karena mengantungi sanksi akumulasi kartu. Empat menit berselang, giliran Mascherano menerima kartu kuning karena menabrak Pepe.

Pada ment ke-61, keadaan mencapai puncak ketika Pepe berebut bola dengan Dani Alves. Kaki Pepe dianggap terlalu tinggi dan membahayakan sehingga Stark memberikan kartu merah kedua pada pertandingan ini.

Keputusan tersebut disambut senyum sinis Mourinho di pinggir lapangan. Tanpa ragu, Stark juga mengusir sang entrenador dari bangku cadangan. Mourinho terpaksa menyaksikan sisa laga dari tribun penonton dengan bangku darurat.

Melawan sepuluh pemain, permainan Barcelona mulai menggeliat. Ancaman mereka kian nyata. Terbukti, sundulan Pedro menyambar bola muntah tendangan Villa masih melebar dari gawang Casillas.

Barcelona akhirnya menuai hasil pada menit ke-76. Baru beberapa menit masuk lapangan menggantikan Pedro, akselarasi Ibrahim Afellay tidak bisa dicegah Marcelo. Dengan sebuah umpan pendek ke muka gawang, bola berhasil diceploskan Messi ke sela-sela kaki Casillas.

Makin relaks menghadapi pertandingan setelah unggul, Barcelona menambah keunggulan 11 menit berselang. Kali ini Messi melesakkan gol keduanya melalui aksi individu yang memikat. Menerima bola dengan jarak 30 meter dari gawang, Messi meliuk-liuk melewati hadangan empat pemain Madrid sebelum memberikan tembakan mendatar ke tiang jauh yang tak mungkin dijangkau Casillas.

Barcelona pun mengakhiri pertandingan dengan keunggulan 2-0. Hasil ini makin meringankan langkah El Barca ke laga puncak Liga Champions di Wembley kelak. Laga kedua digelar di Camp Nou, pekan depan.